Minggu, 24 Juni 2012

BANK INDONESIA PERKETAT JASA PENAGIHAN KARTU KREDIT

JAKARTA - Kepala Grup Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi A Johansyah, menyatakan penagihan kartu kredit menggunakan tenaga penagihan dari perusahaan penyedia jasa penagihan hanya bisa dilakukan bila kualitas tagihan kartu kredit tergolong macet.
Hal ini diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia terkait penyelenggaraan kegiatan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK). "Debt collector sangat ketat penggunaannya. Hanya kalau macet, kalau tidak macet enggak boleh," sebut Difi, di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 15 Juni 2012.
Bank Indonesia mengklaim mereka mengatur jasa penagihan kini lebih ketat. Dalam Surat Edaran tentang Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) yang baru, disebutkan bahwa penagihan dengan jasa tagih bisa dilakukan bila kualitas tagihan kartu kredit termasuk macet.
Kualitas macet tersebut berdasarkan kriteria kolektibilitas sesuai ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai kualitas kredit. Dalam aturan BI, penerbit kartu kredit harus menjamin kualitas pelaksanaan penagihan kartu kredit oleh perusahaan penyedia jasa.
Ada sejumlah ketentuan etika yang harus dipenuhi jasa penagih. Penagih harus menggunakan kartu identitas resmi yang dikeluarkan penerbit kartu kredit. Kartu itu pun harus dilengkapi dengan foto diri penagih. Proses penagihan pun dilarang dilakukan dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan pemegang kartu kredit. Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal.
"Penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain pemegang," sambung Difi. Aturan BI pun mewajibkan bahwa penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili pemegang kartu. Lebih detil lagi, penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00 wilayah waktu alamat pemegang kartu kredit.
"Sekarang kita atur lebih rigid-lah, lebih detil," pungkas Difi. | sumber: kompas

Dikutip oleh :
Goman / Iwan
PIN BB 21567E37

3 komentar:

  1. Përshëndetje, emri im është Julia Simon, një viktimë të mashtrimit në duart e huadhënësve të rreme. i kanë humbur rreth 29.000 €, sepse i nevojitet një kapital të madh prej 75.000 €. i pothuajse të vdekur, i kishte ku të shkojnë. biznesi im u shkatërrua, dhe në proces i ka humbur djalin tim. Unë nuk mund të qëndrojë kjo ndodh përsëri. në dhjetor 2014, i takoi një mik i cili më njohu me një nënë të mirë, znj Augusta Ibramhim, që në fund ndihmoi mua të siguruar një kredi në një kompani. nënë e mirë i duan të përdorin këtë mundësi për të ju falenderoj, dhe Perëndia të vazhdojë të bekojë. Unë të doja të shfrytëzoja këtë mundësi për këshillë e shqiptarëve, se ka shumë të përhershme atje, kështu që nëse keni nevojë për një kredi, dhe dëshirë për të siguruar një kredi të shpejtë, vetëm regjistrohen nëpërmjet znj Augusta Ibramhim përmes emailit: augustaibramhim11@gmail.com pobj. ju gjithashtu mund të më kontaktoni përmes këtij email: juliasimon460@gmail.com pobj. në qoftë se keni ndonjë dyshim. ju lutemi që ajo është i vetmi person i besueshëm dhe besnik.
    Faleminderit.

    BalasHapus
  2. ,,.,KISAH NYATA ,,,,,,,
    Aslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
    Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang, hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yng saya punya, akhirnya saya menaggung utang ke pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 800 juta , saya stress dan hamper bunuh diri anak saya 2 orng masih sekolah di smp dan sma, istri saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anakanaknya ditengah tagihan utang yg menumpuk, demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue, ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman dan bercerita kepadanya, Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya, dulu katanya dia juga seperti saya stelah bergabung dengan KI JAMBRONG hidupnya kembali sukses, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir dan melihat langsung hasilnya, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KI JAMBRONG di No 0853-1712-1219. Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya, akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kini saya kembali sukses terimaksih KI JAMBRONG saya tidak akan melupakan jasa AKI. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT, YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH, SAYA SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH SILAHKAN HUB KI JAMBRONG DI 0853-1712-1219. (TANPA TUMBAL/AMAN).
    ///////////'

    BalasHapus
  3. Sekitar pertengahan bulan Juli tahun ini saya ditawarin pinjaman dengan bunga pinjaman tertentu dengan iming-iming janji akan mendapatkan voucher "Tokopedia" dengan nilai tertentu sesuai jumlah pinjamannya.
    Saya tertarik karena setelah saya hitung hitung bunganya hampir nol persen setelah dikurangi nilai voucher. Pertama-tama saya ditawari pinjaman sebesar 20 juta dengan janji akan mendapatkan voucher "Tokopedia" senilai 1.2 juta. Saya pun mengambil pinjaman tersebut.
    Seminggu kemudian saya ditawari lagi pinjaman yang sama tapi oleh marketing staff yang lain. Saya katakan padanya bahwa saya sudah mengambil pinjaman 20 juta sebelumnya.
    Namun dia tetap "maksa" saya pinjam lagi karena kata dia "Jatah voucher Bapak masih ada 600 ribu lagi. Maksimum voucher yang disediakan 1.8 juta"
    Lalu saya tanya, berapa banyak saya harus pinjam lagi supaya bisa mendapatkan voucher 600 ribu. Dia menjawab saya harus pinjam lagi diatas 10 juta rupiah. Saya meragukan penjelasannya karena "too good to be true".
    Oleh karena itu saya pun minta waktu untuk menghubungi Citiphone banking terlebih dahulu untuk mengkonfirmasi kebenaran tawaran dia.
    Petugas di Citiphone banking semula menjawab bahwa "itu program dari Marketing" tapi membenarkan bahwa saya memang bisa mendapatkan voucher sejumlah maksimal 1.8 juta.
    Akhirnya saya mengambil pinjaman 11 juta. Voucher dijanjikan akan diberikan sebulan setelah pinjaman cair.
    Sambil menunggu voucher, saya sempat menelpon kembali ke Citiphone banking mengenai berapa nilai voucher yang akan saya terima. Saya kaget ketika mereka menjawab bahwa saya akan mendapatkan voucher senilai 1.2 juta karena nilai pinjaman saya hanya 31 juta (20 + 11). Kata mereka, kalau saya mau mendapatkan voucher 1.8 juta saya harus pinjam lebih dari 40 juta. Saya lalu berargumen bahwa saya sudah dijanjikan untuk mendapatkan voucher senilai 1.8 juta yaitu 1.2 juta dari pinjaman pertama senilai 20 juta dan 600 ribu dari peinajamn ke dua senilai 11 juta. Setelah disuruh menunggu lama di telepon, mereka akhirnya menjawab bahwa itu kebijakan Marketing, dan saya dipersilakan menunggu saja sampai voucher keluar. Karena saya tidak puas dengan jawaban tersebut, akhirnya mereka menjawab bahwa kalau saya sudah dijanjikan 1.8 juta maka saya akan mendapatkannya. Akhirnya saya sedikit lega.
    Namun ketika tiba saatnya saya menerima voucher, saya sangat kecewa, karena saya hanya menerima voucher senilai 1.2 juta, tidak 1.8 juta seperti yang telah djanjikan.
    Sayapun menghubungi kembali Citiphone banking dan menanyakan hal tersebut. Mereka hanya bisa menjajikan untuk menanyakan kasus saya ke Marketing mereka dan akan menghubungi saya kalau sudah ada keputusan dari Marketing mereka. Mereka juga mengirim surat yang isinya senada dan minta saya menunggu 2 -20 hari kerja. Saya sabarkan diri saya.
    Beberapa minggu kemudian saya coba-coba menghungi kembali Citiphone banking lagi untuk menanyakan status kasus saya. Jawabanya tetap sama, bahwa kasusnya masih dieskalasi dan belum ada keputusan dari Marketing mereka. Bahkan sampai hari ini (Oktober tanggal 20) mereka tetap belum bisa memutuskan.
    CITIBANK yang pernah punya nama BESAR ternyata NOL BESAR dalam hal penanganan masalah nasabahnya. Hanya masalah uang 600 ribu saja mereka begitu lama mengambil KEPUTUSAN. Citibank tidak peduli terhadap nasabahnya yang sudah 30 tahun lebih setia menggunakan kartu kredit Citibank menjadi kecewa.
    Kalau anda dihubungi Marketing Citibank, harap hati-hati agar anda tidak menjadi korban berikutnya.

    BalasHapus